Petugas Unit Reskrim Polsek Banguntapan Bantul bekerjasama dengan Polresta Yogyakarta membongkar komplotan pencuri motor di Banguntapan Bantul. Dua orang masing-masing Gw (36 tahun) warga Pelem Lor Banguntapan Bantul serta Nr (31 tahun) warga Prawirodirjan Gondokusuman, Yogyakarta sudah ditetapkan sebagai tersangka.
Dari tangan dua penjahat itu polisi menyita barang bukti Honda Vario AB 6360 CG dan Honda Legenda AB 6477 RK. Kini kasus tersebut masih dikembangkan Buser Polsek Banguntapan. Duet ini ditengarai sudah melakukan empat kali pencurian sepeda motor diwilayah Kecamatan Banguntapan Bantul.
Kapolsek Banguntapan Kompol Suharno SH didampingi Kanit Reskrim Polsek Banguntapan Iptu Deby Tri Andrestian SH, Kamis 30 Juni 2016 mengatakan, terbongkarnya kasus pencurian motor setelah Buser Polresta mencurigai dua tersangka sebagai pelaku pencurian sepeda motor. Setelah yakin Gw dan Nr sebagai sindikat pelaku curnamor. Keduanya langsung disergap di daerah Bodon Kotagede.
Kapolsek mengatakan, modus pelaku menyikat motor dengan keliling ke sejumlah wilayah Banguntapan Bantul. Setelah melihat target motor dengan kunci tergantung pelaku langsung menyusun strategi. "Biasanya mereka berdua boncengan keliling kampung mencari sasaran, setelah ada target Gw turun dan langsung membawa pergi," jelas Suharno.
Dijelaskan, dalam kasus itu pelaku juga menyikat motor Estriyani pada 27 Juni di Dusun Blado Potorono Banguntapan Bantul. Kemudian duet ini juga mencuri motor milik Yanti Dian Hernawati didaerah Blok O pada 14 Juni 2016. Sementara tersangka Gw mengatakan, terpaksa mencuri motor karena usaha jual angkringan kurang laku memasuki Bulan Ramadan. Padahal kebutuhan sehari-hari terus membengkak.
"Kebutuhan makan setiap hari harus ada, sementara Bulan Ramadan angkringan sepi," jelasnya. Motor-motor hasil curiannya itu dijual kesejumlah orang di Banguntapan dan Yogyakarta. (Sihumas Polsek Banguntapan)
No comments:
Post a Comment