Bermaksud mencari jalan alternatif menghindari kemacetan lalulintas, sebanyak empat mobil wisatawan nyaris mlorot lantaran tidak kuat menaiki tanjakan Cino Mati yang menghubungkan Kecamatan Pleret dan Dlingo, Kamis, 7 juli 2016. Untung dalam peristiwa itu tidak menimbulkan korban jiwa.
Jalan Cino mati terdapat dua tanjakan tajam dan sangat panjang. Bahkan selain menanjak juga menikung yang sangat bahaya apabila pengemudi tidak hafal jalan tersebut.
Menurut salah satu warga sekitar yang saat kejadian berada ditempat, awalnya , Kendaraan tersebut terdiri, Avanza, Livina, Terios serta Ertiga. Bahkan khusus Livina benar-benar membuat trauma bagi para penumpang mobil tersebut. Dari bawah mobil berjalan normal. Tetapi setelah masuk dijalan menanjak dan panjang. Mendadak mobil tidak kuat, mobil berhenti dan berlahan mobil berjalan mundur. Dalam kondisi panik, semua penumpang bergegas turun sambil cari ganjal batu.
Melihat mobil tidak kuat dan berhenti dijalan jalan menanjak. Pengendara mobil dibelakangnya turun, demikian juga dengan masyarakat langsung membantu mendorong mobil lepas dari maut. Termasuk mencari ganjal agar roda tidak menggelinding.
Dalam kondisi panik, kendaraan praktis tidak bisa lewat. Dengan susah payah akhirnya mobil berhasil dibawa menepi disisi kiri jalan. Kondisi serupa juga terjadi dengan mobil lainnya yang mlorot.
Kapolsek Dlingo AKP Amir Mahmud SH mengatakan, harus ada penanganan khusus terkait dengan Cino mati. “Itu wilayah Pleret, tetapi tahunya masuk Dlingo, kami sering sekali narik mobil mlorot,” jelas Kapolsek.
Sementara seorang pengguna jalan Ny Wanda mengungkapkan, pihaknya merasa memasuki jalan sangat mengerikan. “Pemerintah Bantul harus turun tangan, jangan biarkan jalan ini dibuka untuk jalur wisata, karena bisa masuk jurang. Bagi warga yang sudah biasa tidak masalah, tetapi bagi kami, ini keselamatan jiwa taruhannya. (Sihumas Polsek Dlingo)
No comments:
Post a Comment