
Hadir pula dalam upacara tersebut Sekda Bantul Riyantono, M.Si, Kasrem 072/Pamungkas Kolonel Ida Bagus Surya, Kasat Pol PP Bantul Hermawan Setiaji SIP, MH, Asisten Pemerintahan Bambang Guritno, SH, Danramil Jajaran, Kapolsek jajaran, Camat se Kab. Bantul, Muspika Kec. Pandak, Para Kades se Kec Pandak serta tamu undangan lainnya.
Dandim 0729/Bantul Letkol Inf. Agus Widianto bertindak sebagai Irup dalam upacara tersebut. Sementara pasukan upacara terdiri dari Korsik, Kodim 0729/Bantul, Polres Bantul, PNS Kodim0729/Bantul, Satpol PP, Linmas, Paksi Katon, Tagana, dan Pelajar SMA.
Dalam laporannya, selaku pimpinan pelaksanaan proyek Kapten Inf. Kusmin melaporkan bahwa Lokasi TMMD Tahap I adalah Dusun Bogem Desa Caturharjo Kec. Pandak Kab. Bantul. Kegiatan yang telah dilaksanakan antara lain sasaran fisik dan non fisik.
Untuk sasaran fisik, telah dibangun antara lain pengerasan corblok jalan panjang 600 m lebar 3 m tebal 12 cm, pembuatan talud sungai panjang 62 m tinggi 2 m tebal 0,5 m, sasaran tambahan berupa rehab rumah tak layak huni (RTLH) sebanyak 5 rumah, corblok jalan panjang 50 m lebar 2 m tebal 12 cm, rehab PAUD Maju Lancar, rehab GOR Dusun Bogem, rehab pondok anak yatim, timbul bahu jalan panjang 750 m lebar 2 m dan tebal 10-15 cm.
Sementara untuk sasaran non fisik meliputi Bidang Pendidikan Bela Negara, Bidang penanganan Narkoba dan HIV AIDS, Bidang Kamtibmas dan Teroris, Bidang KB dan Kesehatan, Bidang Lingkungan Hidup, Bidang Perkoperasian dan Bidang Pertanian.
Kegiatan dilaksanakan TMT 5 April s.d 4 Mei 2017 dengan pengerahan tenaga tiap hari sebanyak 145 orang terdiri dari personel Kodim 45 orang, Polres 10 orang, Pos AL Samas 2 orang, Ditpolair Polda DIY 3 orang, Inteldep 5 orang, Linmas 10 orang, Tagana 10 orang, Menwa UPY 5 orang dan masyarakat 50 orang.
Setelah pembacaan laporan, dilanjutkan dengan dengan penandatanganan berita acara yang ditandatangani olek Letkol Inf. Agus Widianto selaku Dan Satgas TMMD. Kemudian dilanjutkan penyerahan kembali peralatan kerja secara simbolis dari pelaksana TMMD kepada Sekda Bantul Riyantono M.Si.
Dalam upacara tersebut, Letkol Inf. Agus Widianto membacakan amanat dari Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Mulyono. Dalam amanatnya, Kasad mengatakan selama satu bulan lamanya sejak tanggal 5 April 2017, para prajurit TNI, anggota Polri, pemerintah daerah dan segenap komponen masyarakat, telah bekerja keras dengan penuh kebersamaan, dilandasi semangat kemanunggalan untuk menyelesaikan program TMMD ke-98 tahun 2017.
Kebersamaan yang ditunjukkan dalam program TMMD ini, semoga saja merupakan refleksi dari kemanunggalan yang hakiki antar segenap komponen Bangsa, untuk mengatasi berbagai persoalan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kebersamaan seperti inilah yang sebenarnya merupakan hakekat dari Kemanunggalan TNI-Rakyat yang merupakan roh perjuangan Bangsa dan akan terus kita bangun serta pelihara, guna menyiapkan Ruang, Alat dan Kondisi Juang yang tangguh untuk kepentingan pertahanan Negara yang bersifat semesta.
Sebagai ciri khas Negara Indonesia yang mengedepankan keterpaduan antara TNI dan rakyat. Oleh karena itu pada kesempatan yang sangat baik ini, sebagai Kepala Staf Angkatan Darat dan selaku Penanggung Jawab Operasional (PJO) TMMD, saya menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada para Gubernur, Bupati/Walikota, kantor kementerian terkait dan semua pihak serta seluruh komponen masyarakat, yang telah bahu-membahu dan saling mendukung sehingga kegiatan TMMD ke-98 ini dapat terselenggara sesuai rencana dengan aman dan lancar.
Sebagaimana kita ketahui bersama, bahwa program TMMD dimulai sejak tahun 1980-an dengan sebutan Program ABRI Masuk Desa (AMD). Setelah melalui berbagai evaluasi dan penyempurnaan, program TMMD terus diselenggarakan secara intensif dengan lingkup kerjasama yang semakin luas dengan kementeriankementerian terkait. Hal ini dilakukan agar program TMMD, semakin memberikan manfaat kepada masyarakat secara lebih tepat. Perlu saya sampaikan juga bahwa mulai Tahun 2017 ini, program TMMD yang semula diselenggarakan 2 kali dalam setahun, ditambah menjadi 3 kali.
Hal ini dilakukan, selain sebagai bentuk kepedulian TNI dalam membantu akselerasi program pembangunan di wilayah-wilayah yang sulit terjangkau, juga sebagai salah satu upaya untuk melestarikan budaya luhur Bangsa Indonesia yang menjadi makna inti dari Pancasila, yaitu gotong royong. Melalui pelestarian budaya gotong royong dan kemanunggalan dalam program TMMD ini, diharapkan kita dapat semakin membentengi diri dari potensi disintegrasi yang dipicu oleh sentimen perbedaan dan sikap intoleransi.
Pada program TMMD ke-98 tahun 2017 ini, secara nasional kita telah menyelesaikan sebanyak 357 sasaran fisik berupa pembangunan dan perbaikan infrastruktur yang tersebar di berbagai wilayah Kodam di seluruh Indonesia, antara lain pembangunan sarana transportasi berupa pembangunan jalan baru, pembuatan jalan makadam, rabat jalan, rehabilitasi jalan, peningkatan jalan, betonisasi jalan, penimbunan, pelebaran dan pengerasan jalan.
Disamping itu juga dilaksanakan pembangunan infrastruktur lainnya yang meliputi pembuatan jembatan, pembuatan tanggul, pemasangan gorong-gorong, pembangunan gapura, pembuatan poskamling, pembuatan sarana olahraga, renovasi rumah ibadah dan rumah tidak layak huni, pembangunan sekolah, pembangunan sarana sanitasi dan pusatpusat kegiatan masyarakat. Selain sasaran fisik, TMMD juga menyelenggarakan program-program non fisik berupa penyuluhan kepada masyarakat tentang Bela Negara dan Ketahanan Nasional. Ditengah dinamika kehidupan sosial kemasyarakatan yang diwarnai berbagai permasalahan sangat kompleks seperti sekarang ini, kegiatan non-fisik sangat dibutuhkan untuk membangun dan memperkokoh jiwa dan semangat nasionalisme masyarakat.
Hal tersebut merupakan sebuah kebutuhan untuk menangkal berbagai ancaman disintegrasi Bangsa, yang dilancarkan melalui Proxy War, yaitu berupa maraknya peredaran dan penyalahgunaan Narkoba, ancaman terorisme, aksi kriminalitas, kebangkitan komunisme gaya baru serta perang informasi yang melanda hampir ke seluruh penjuru dunia. Oleh karenanya, TMMD dapat dipandang sebagai salah satu upaya pemerintah melalui TNI AD, untuk membangun dan memperkuat ketahanan masyarakat sebagai potensi kekuatan wilayah yang sangat diperlukan dalam membangun Ketahanan Nasional untuk menjaga tetap tegaknya kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Dengan telah berakhirnya pelaksanaan TMMD ke-98 ini, bila terdapat tutur kata dan tingkah laku para prajurit saya, yang tidak berkenan di hati masyarakat, baik sengaja maupun tidak sengaja selama berinteraksi, saya selaku Penanggung Jawab Operasional TMMD menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya. Sebagai penutup amanat ini, ada beberapa atensi dan harapan yang perlu saya sampaikan kepada para prajurit dan seluruh komponen masyarakat:
Pertama, mari kita pelihara terus semangat kebersamaan dan Kemanunggalan TNIRakyat, jangan mudah terhasut dan terprovokasi oleh pihak manapun yang dapat merusak persatuan dan kesatuan Bangsa.
Kedua, semangat gotong royong hendaknya terus dilestarikan, sebagai warisan budaya Bangsa yang sudah terbina dengan baik selama ini.
Ketiga, pelihara hasil program TMMD, agar manfaatnya dapat dinikmati oleh warga masyarakat dalam kurun waktu yang cukup panjang.
Keempat, kepada para Dansatgas TMMD ke-98 lakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap pelaksanaan TMMD untuk dijadikan bahan perbaikan pada TMMD mendatang. Kelima, kepada para prajurit yang bergabung dalam Satgas TMMD, tutupnya. (Humas Polres Bantul)
0 komentar:
Post a Comment